BUDAYA DI DESA TALAGA
Menurut pengamatan kami dalam hubungan sosial setiap harinya warga desa Talaga cenderung berwatak lembut dengan kepribadian yang sederhana. Masyarakat di desa Talaga sama seperti masyarakat pedesaan lainnya. Mereka lebih bisa bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya, sehingga mereka hampir hafal semua penduduk yang tinggal di desa. Masyarakat disini juga sangat ramah terhadap orang asing yang belum dikenalnya.
Adat istiadat di desa ini masih belum bisa dikatakan modern. Disini belum ada bidan yang tinggal atau menetap. Masyarakat desa pun masih memiliki kepercayaan akan paraji atau dukun beranak. Budaya menikah dibawah umur pun masih ada di desa ini. Rata-rata setelah lulus sekolah dasar, para wanita dan pria menikah dan tidak melanjutkan pendidikannya. Banyak juga para pria yang memutuskan untuk mencari kerja ke Bandung dengan sekadar berjualan atau bertani di desa.
Desa Talaga memiliki kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama-sama warganya. Seperti pengajian rutin tiap minggunya, baik itu pengajian bapak-bapak dan pengajian ibu-ibu. Acara besar keagamaan pun dirayakan dengan pengajian khusus, contohnya perayaan Maulid Nabi yang diperingati dengan diadakannya pengajian di masjid dan pembagian makanan seperti nasi bungkus yang disumbang secara suka rela oleh warga-warga sekitar di akhir acara pengajian.
Selain kegiatan beragama, kerja bakti pun dilakukan oleh para warga desa ini. Bapak-bapak lebih bergotong royong ke kegiatan luar, sedangkan ibu-ibunya menyediakan minuman untuk para pekerja bakti dan membersihkan masjid.
Kegiatan-kegiatan hiburan di desa ini lebih melibatkan pemuda-pemudinya. Seperti hiburan musik dangdut dan olahraga voli. Musik dangdut yang identik dengan saweran menarik perhatian warga sehingga masyarakat desa sekitar berkumpul untuk menontonnya. Baik remaja, anak-anak, sampai bapak-bapak dan ibu-ibu. Olahraga voli adalah olahraga pemersatu desa Talaga. Secara rutin warga desa mengadakan latihan voli dan pertandingan. Olahraga voli dikatak an sebagai olahraga pemersatu warga desa karena melibatkan semua lapisan warga desa. Selain sarana pemersatu, olahraga voli juga pemersatu antar desa. Karena pertandingan voli diadakan setiap bulannya secara bergantian tiap-tiap desa dijadikan sebagai tuan rumah pertandingan. Tidak hanya olahraga voli, olahraga bulu tangkis, sepakbola, pencak silat, futsal dan senam pun ada di desa ini. Namun yang paling aktif adalah olahraga voli. Dari kegiatan olahraga tersebut, telah banyak melahirkan atlet-atlet berbakat dan ikut serta dalam kegiatan mewakili Desa dan Kontingan Kecamatan, serta Tim PORDA Kabupaten Garut pada beberapa penyelenggaraan Pesta Olahraga.
Menurut data Desa Talaga, jumlah anggota karang taruna aktif untuk level desa berjumlah + 18 orang. Namun keaktifan dari karang tarunanya sangat kurang, karang taruna hanya aktif jikalau ada kegiatan, kurangnya motivator adalah salah satu penyebab kurang aktifnya karang taruna desa Talaga. Sikap anak muda di desa Talaga individualis karena mereka mulai mengenal budaya modern.
Dalam berbahasa, bahasa Sunda menjadi bahasa utama yang digunakan dalam percakapan sehari-hari warga desa talaga. Rata-rata keseluruhan lansia warga desa Talaga menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa percakapan. Mereka tidak menggunakan bahasa Indonesia, akan tetapi mereka mengerti apa yang diucapkan lawan bicara jika lawan bicara menggunakan bahasa Indonesia. Kalangan pemuda-pemudi warga desa talaga lebih fleksibel dalam berbahasa. Mereka dapat berbahasa Indonesia dan Sunda dengan fasih, akan tetapi mereka lebih nyaman jika menggunakan bahasa Sunda. Turun temurunnya bahasa Sunda yang digunakan oleh warga desa disebabkan karena di lingkungan sekolah pun para guru mengajar dengan menggunakan bahasa Sunda.
Dari hasil pengamatan , dapat disimpulkan bahwa:
- Hubungan sosial warga desa Talaga cukup baik. Interaksi dilakukan dengan baik dan dengan cara yang santun dan ramah, akan tetapi pemuda – pemudanya bersifat individual.
- Pemuda – pemuda di desa Talaga selain individual juga kurang aktif dalam mengikuti kegiatan karang taruna.
- Adat istiadat yang mengakar di desa Talaga belum modern.
- Warga desa masih aktif dan rutin melakukan kegiatan yang sifatnya bersama, seperti pengajian, kerja bakti, ataupun olahraga bersama.
- Bahasa mayoritas yang digunakan adalah bahasa sunda.
0 komentar:
Posting Komentar